Benarkah memuja leluhur itu salah?
Belakangan ini semeton Hindu Bali agak sedikit terganggu dengan penafsiran yang mungkin kurang pas tentang bhakti marga, dimana dikatakan bahwa umat hindu bali yang menjalani tradisi gama bali atau gama tirta kurang mengikuti ajaran sesuai weda sesuai aslinya. ini diakibatkan oleh penafsiran atas sloka Bhagawad Gita oleh sekelompok umat hindu yang mengikuti ajaran sampradaya. bagi mereka memuja leluhur itu kurang tepat, karena yang lebih tepat adalah memuja tuhan, dimana tuhan yang dimaksud dalam penafsiran mereka terhadap kitab bhagawad gita adalah sosok tokoh sri krisna.
dalam anggapan mereka, krama bali yang meneruskan tradisi gamabali sebagai "terbelakang" atau "kurang paham ajaran agama" atau sebutan lainnya, yang mengesankan seolah-olah mereka lebih tahu masalah agama dibandingkan kita orang bali?
