Google+
Tampilkan postingan dengan label Dewa dan betara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewa dan betara. Tampilkan semua postingan

Dewa Indra Penguasa Surga

Dewa Indra Penguasa Surga

Dalam ajaran agama Hindu, Indra (Sanskerta: इन्द्र atau इंद्र, Indra) adalah dewa cuaca dan raja kahyangan. Oleh orang-orang bijaksana, ia diberi gelar dewa petir, dewa hujan, dewa perang, raja surga, pemimpin para dewa, dan banyak lagi sebutan untuknya sesuai dengan karakter yang dimilikinya. Menurut mitologi Hindu, Dia adalah dewa yang memimpin delapan Wasu, yaitu delapan dewa yang menguasai aspek-aspek alam.

seperti halnya Dewa Agni dan Dewa Bayu (vayu), dewa Indra sangat dominan disebutkan dalam Veda. Tercatat sekitar 250 mantra mengagungkan dewa indra. 
Kata Indra berasal dari kata "ind" dan "dri" artinya "yang memberi makan".
Menurut Nirukta kata Ind berarti penuh tenaga.
Indra mulanya adalah dewa hujan yang mengalahkan raksasa Vrtra dengan senjatanya Bajra (petir), selanjutnya Dewa Indra dikenal sebagai dewa perang yang mengalahkan (menghancurkan) tiga benteng musuh, karenanya indra sering disebut Tri Puramdhara (tri puramtaka) dan pada jaman purana posisinya lebih menonjol dewa para dewa khayangan. Indra juga menjadi saksi agung setiap perbuatan manusia karena ia memiliki seribu mata (sahasraksa). kendaraan dewa indra adalah seekor gajah Airavata dengan sakti beliau bernama Dewi Sachi atau sering disebut dengan Indrani.

Hyang Surya Raditya Dewa Matahari

Hyang Surya Raditya Dewa Matahari

Dalam ajaran agama Hindu, Dewa (Devanagari: देव) adalah makhluk suci, makhluk supernatural, penghuni surga, malaikat, dan manifestasi dari Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam agama Hindu, musuh para Dewa adalah Asura. 

Kata “dewa” (deva) berasal dari kata “div” yang berarti “bersinar”. Dalam bahasa Latin “deus” berarti “dewa” dan “divus” berarti bersifat ketuhanan. Dalam bahasa Inggris istilah Dewa sama dengan “deity”, dalam bahasa Perancis “dieu” dan dalam bahasa Italia “dio”. Dalam bahasa Lithuania, kata yang sama dengan “deva” adalah “dievas”, bahasa Latvia: “dievs”, Prussia: “deiwas”.

Surya (Sanskerta: सूर्य; Surya) adalah nama dewa matahari menurut kepercayaan umat Hindu. Surya juga diadaptasi ke dalam dunia pewayangan sebagai dewa yang menguasai atau mengatur surya atau matahari, dan diberi gelar "Batara". Menurut kepercayaan Hindu, Surya mengendarai kereta yang ditarik oleh 7 kuda. Ia memeiliki kusir bernama Aruna, saudara Garuda, putra Dewi Winata.

Dewa dan Bhatara (betara)

Dewa dan Bhatara (betara)

Om Swastiastu, Om Ano Badrah Kratawo yantu wiswatah
Om Awighnamastu Namo Siddham
semoga Ida Hyang Paramakawi memberikan jalan terang bagi kita semua
ada banyak istilah dibali yang membingungkan keyakinan orang bali itu sendiri, salah satunya istilah Dewa dan Bhatara atau yang lebih dikenal dengan istilah betara.
  • sebenarnya apakah dewa dan bhatara itu sama? ataukah beda?
  • semua orang hindu mengetahui arti dari dewa tetapi agak samar dengan istilah bhatara. tetapi orang bali lebih mengenal bhatara/betara dibandingkan dewa, kenapa?
  • mungkin kita semua pernah mendengar istilah betara rambut sedana, betara dalem, betara khayangan tiga dll. apakah betara dalem sama dengan dewa siwa? ataukah betara rambut sedana atau sri sedana sama dengan dewa kuwera/kubera? dan banyak penamaan dewa serta betara lainnya.
 kita mulai dari istilah umum Dewa dan Bhatara

Dewata Nawa Sanga - Penguasa 9 Penjuru Mata Angin

Dewata Nawa Sanga

Penguasa 9 Penjuru Mata Angin

Dewata Nawa Sanga tidak sama dengan Sang Hyang Widh. Dewa adalah perwujudan sinar suci dari Hyang Widhi (Tuhan) yang memberikan kekuatan suci untuk kesempurnaan hidup mahluk. Dewa berasal dari bahasa Sansekerta “div” yang artinya sinar. Dewa adalah perwujudan sinar suci dari Hyang Widhi (Tuhan) yang memberikan kekuatan suci untuk kesempurnaan hidup mahluk. Dewa berasal dari bahasa Sansekerta “div” yang artinya sinar. Istilah Deva sebagai mahluk Tuhan adalah karena Deva dijadikan ( dicipta-kan ) sebagaimana dukemukakan di dalam kitab Reg Veda X. 129.6. Dengan diciptakan ini berarti Deva bukan Tuhan melainkan sebagai semua mahluk Tuhan yang lainnya pula, diciptakan untuk maksud tujuan tertentu yang mempunyai sifat hidup dan mempunyai sifat kerja ( karma ) . 

Disamping pengertian di atas, dalam Reg Veda VIII.57.2, dijelaskan pula tentang banyaknya jumlah Deva yaitu sebanyak 33 yang terdapat di tiga ( 3 ) alam ( mandala ) . Ketigapuluh tiga Deva tersebut terdiri dari 8 Vasu ( Basu ), 11 Rudra, 12 Aditya, Indra dan Prajapati.
lebih lengkapnya silahkan baca: Dewa dan Bhatara (Betara)

Berikut ini adalah nama dan makna menurut Upanishad Brihadaranyaka dan itihasa Mahabharata, Kedelapan Vasu tersebut adalah: 
  1. Agni ( dewa api - "Panas api" ), atau Anala (juga disebut Agni) yang bermakna "Hidup"
  2. Prthivi ( dewa tanah - "Bumi" ), atau Dhara yang bermakna "Dukungan"
  3. Vayu ( dewa angin - "Angin" ), atau Anila yang bermakna "Angin"
  4. Dyaus ( dewa langit - "Langit" ), atau Prabhasa yang bermakna "Bersinar fajar"
  5. Aditya ( dewa matahari - "Abadi", nama yang sangat umum untuk matahari adalah Surya ), atau Pratyūsha yang bermakna "Pra-fajar", yaitu senja pagi, tetapi sering digunakan hanya berarti "cahaya"
  6. Savitra ( dewa antariksa - "Ruang" ), atau Ha yang bermakna "Meresapi"
  7. Chandramas ( dewa bulan - "Bulan" ), atau Soma yang bermakna "Soma-tanaman", dan nama yang sangat umum untuk bulan
  8. Nakstrani ( dewa bintang - "Bintang" ), atau Dhruva yang bermakna "Bergerak", nama Polestar
Rudra sebagai salah satu aspek Deva-deva, merupakan unsur hidup dan kehidupan yang disebut sebagai Rudra prana. Kesebelas Rudras yang mengatur alam semesta (buana agung dan buana alit), diantaranya Kapali, pingala, Bima, Virupaksha, Vilohita, Shasta, Ajapada, Abhirbudhnya, Shambu, Chanda, dan Bhava.