Google+
Tampilkan postingan dengan label Gusti Praupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gusti Praupan. Tampilkan semua postingan

Gusti Ngurah Praupan menjadi Raja Bangli

Gusti Ngurah Praupan menjadi Raja Bangli

Pada masa pemerintahan Ida I Gusti Ngurah Praupan, memang benar-benar beliau itu terkenal akan kecakapannnya dalam mengatur tata pemerintahan serta juga mengasihi rakyatnya semua. Itu sebabnya beliau sangat dipuja oleh rakyat semua se kawasan Bangli. Apalagi beliau didampingi oleh Ida Peranda yang bertempat tinggal di Griya Bebalang, sebagai bhagawanta beliau yang memegang kekuasaan, menjadi subur makmur dan sejuk kawasan Singharsa Bangli pada waktu itu .

Diceritakan sekarang raja di Taman Bali yang bernama I Dewa Gede Tangkeban, sentosa kerajaannya. Tetapi tidak lupa pada pertikaiannya dengan penguasa kawasan Singharsa Bangli. 

Pada saat pemerintahan I Gusti Praupan, diceriterakan di Taman Bali ada petugas jaga (gebagan) menginap di istana Taman Bali, mereka disuruh mencuri di Puri Singharsa Bangli. Mereka itu disuruh agar datang diam-diam kemudian membunuh I Gusti Ngurah Praupan beserta tanda mantrinya bernama Ki Arya Batan Waringin. Dan lagi mereka itu diberikan keris. Lalu berangkatlah kedua orang itu . Setibanya di Bangli di Puri Baleagung, dilihatnya di sana I Gusti Ngurah Praupan sedang dihadap di Balai Penghadapan. Lengkap di balai itu, dan semuanya membawa senjata. Saat itu merasa takut keduanya, merasa tidak akan berhasil melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya, karena sangat menanggung resiko dan berbahaya untuk menuju tempat I Gusti berdua. 
Kemudian I Gusti Ngurah Praupan melihat kedua orang itu. Lalu segeralah berhatur sembah keduanya karena kehabisan akal, kepada I Gusti Ngurah Praupan. Katanya : 
“Inggih palungguh Gusti, mohon dimaafkan, mohon hidup hamba. Hamba sebenarnya diutus oleh Dewa Taman Bali, agar hamba membunuh palungguh I Gusti. Namun tidak berani hamba kepada tuanku. Sekarang agar tahu tuanku akan daya upaya I Dewa Taman Bali. Karena besar nian iri hatinya kepada tuanku “. 
Demikian atur mereka bedua, menjadi gembiralah I Gusti Ngurah Praupan serta berkata ; 
“Duh engkau utusan dari Taman Bali, memang demikiankah katamu. Kalau memang benar engkau tidak berani padaku, dan juga memang tidak akan berhasil melaksanakan perintah yang ditugaskan kepadamu, nah sekarang aku memberitahu, jika engkau ingin, dengan senang hatilah engkau kembali ke Taman Bali. Bunuhlah tuanmu di Taman Bali. Jika engkau berhasil melaksanakan perintahku ini, jika sudah mati tuanmu olehmu, kuberikan engkau memerintah negara Taman Bali”. 

Gusti Bija Pulagaan menjadi penguasa Bangli

Gusti Bija Pulagaan atau yang lebih dikenal dengan sebutan I Gusti Ngurah Bija Pulaga menjadi penguasa Bangli

Diceriterakan sebelum itu di wilayah Bangli. Ada penguasa di sana yang melawan pemerintahan Dalem. Kekuasaannya meliputi 17 desa. Itu sebabnya Dalem mengutus tanda mantrinya seperti:

  1. Ki Arya Jelantik, 
  2. Ki Arya Pinatih Perot
  3. Ki Gusti Nyoman Rai, menyelipkan keris bernama Ki Tanpa Kandang, diiringkan oleh balatentaranya. 

Setibanya di Bangli, ramai perang di sana, Ki Gusti Ngurah Jelantik berhadapan melawan Ngakan Pog, juga berhadapan dengan Ki Gusti Nyoman Rai dan di tengah-tengah perang itu kalahlah Ngakan Pog serta balatentaranya semua. 

Di sebelah selatan Bangli pasukannya dikalahkan oleh Ki Gusti Pinatih Perot. Takut semua orang Bangli, semua tidak berani melawan, maka amanlah kawasan Bangli itu, namun juga tidak ada yang berkuasa menjadi raja. 

Diceritakan kemudian I Pasek Bendesa, Ki Pasek Telagi, Ki Pasek Kayu Selem, bermusyawarah pula mereka. Karena negara Bangli tidak memiliki raja. Keinginan semua warga Pasek itu, meminta kepada Raja Dalem Ketut Smara Kepakisan di Gelgel agar ada raja yang memerintah kawasan Bangli Singharsa. 
Demikian perbincangan Ki Pasek semuanya, kemudian berjalanlah Ki Pasek semuanya menghadap kepada Dalem Gelgel. Tidak diceritakan di perjalanan. Setelah sampai di hadapan Dalem, Ki Pasek matur, memohon agar Dalem memberikan seorang penguasa yang memerintah kawasan Bangli itu.