Google+
Tampilkan postingan dengan label Mantra Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mantra Bali. Tampilkan semua postingan

Cara Sembahyang Gama Bali

Cara Sembahyang Gama Bali

Dalam setiap pemujaan hendaknya kita memahami tata cara yang ditetapkan, agar apa yang menjadi keinginan kita, dapat tercapai secara maksimal. Namun apa yang akan disampaikan dibawah ini sangat rahasia sekali sifatnya. Untuk itu kami sampaikan kepada semua pembaca agar berhati-hati menggunkan ajaran yang rahasia ini. Semasih kita ingin melakukan permohonan, keselamatan diri dan keluarga semuanya urut-urutannya adalah :
  • Sebutkan satu persatu
  • Mohon hadir ditempat kita melakukan pemujaan (masing-masing pelinggih)
  • Setelah kita anggap hadir semuanya, lalu kita suguhkan dengan diawali rasa bhakti sesuai dengan sesajian yang kita haturkan
  • Mohon apa yang kita inginkan
  • Sebutkan semuanya dan dipersilahkan kembali ke kahyangannya masing-masing.

Ajaran Kanda Pat Sari

Ajaran Kanda Pat Sari

Kanda Pat di dalam ajaran Jawa dikenal dengan istilah “Sedulur papat kelima pancer”. Pancer adalah diri kita. Setiap diri manusia mempunyai empat saudara. Ketika manusia masih berupa janin didalam perut ibunya, keempat saudara itu nyata. Kasat mata. 
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kutipan Kidungan Jaya Wedha berikut ini: 
Ana kidung akadang premati among tuwuh ing kuwasanira nganaken saciptane kakang kawah puniku kang rumeksa ing awak mami anekaken sedya pan kuwasanipun adhi ari-ari ika kang mayungi ing laku kuwasaneki anekaken pangarah. Ponang getih ing rahina wengiangrowangi kang kuwasa andadekaken karsane puser kuwasanipun nguyu-uyu Sumbawa mami nuruti ing panedha kuwasanireku jangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji nunggal sawujudingwang
Ada sabda tentang saudara kita yang merawat dengan sungguh-sungguh. Yang memelihara berdasarkan kekuasaannya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu, yang menjaga badan saya. Yang menyampaikan kehendak, dengan kuasanya. Dinda ari-ari itu, yang memayungi semua tindakan berdasarkan kekuasaannya, yang menyampaikan tujuan. Sedangkan darah siang dan malam membantu Yang Kuasa. Mewujudkan kehendak-Nya. Puser kekuasaannya, memerhatikan sungguh-sungguh diriku, memenuhi permintaanku. Kekuasaannya itu. Maka, lengkaplah empat saudara saya, kelimanya sebagai pusat. Sudah menjadi satu. Manunggal dengan wujudnya.

Ajaran Kanda Pat Dewa

Ajaran Kanda Pat Dewa

Menurut beberapa orang sarjana, para Dewa menyatakan kekuatan-kekuatan alam.
Iswara menyatakan angin, Brahma menyatakan api, Mahadewa menyatakan tanah, dan Wisnu menyatakan air
Namun, walaupun di dalam agama Hindu, termasuk di dalam ajaran Kanda Pat Dewa ini. Dikenal banyak Dewa, bukanlah berarti tidak mengakui adanya asas Ketunggalan. Seperti yang sudah dijelaskan dimuka.
Hanya satu Tuhan Yang Maha Esa orang arif bijaksana menyebutnya dengan banyak nama”.

Selain itu, di dalam doa-doa para Arya Weda kita menemukan kecenderungan untuk memuliakan Dewa-Dewa yang dipuja. Seperti, bila Dewa Wisnu atau Dewa Brahma yang dipuja, maka Dewa-Dewa tersebut memiliki segala atribut dari Yang Maha Tinggi, atau Tuhan Yang Maha Esa. Pandangan ini jelas menyangkal adanya kejamakan para Dewa. Akan tetapi, walaupun hanya ditekankan satu Ketuhanan, berulang-ulang sejenis trinitas (trimurti) diakui pada Brahma, Wisnu dan Siwa. Sementara Brahma adalah prinsip penciptaan, Wisnu adalah pemelihara dan Siwa pelebur. Diantara para Dewa Weda, Wisnu dan Siwa terus bertahan, dan agama Hindu tanpa Wisnu dan Siwa bukanlah Agama Hindu. Akhirnya, dengan serangkaian perkembangan Wisnu dan Siwa disamakan dengan Brahman dalam kitab-kitab Upanisad.

Mantra Pangastawa untuk Pemangku

Mantra Pangastawa untuk Pemangku

NGARGA TIRTA :

APSU DEWA ASTAWA :
Om Apsu Dewa pawitrani,
Gangga Dewa namo stute,
sarwa klesa winasa ya,
toyane parisudhyate,

Om sarwa roga winasa ya,
sarwa bhogam awapnuyap,
sarwa pataka winasa ya,
sarwa dosa winasa ya,

Om Sri kara sapahut kara,
roga dosa winasanam,
Siwa lokam maha yaste,
mantra namah papa kelah,

Om sidhim Tri sandhya sa-pala,
sekala mala malahar,
Siwa amertha manggalamca,
nadiningdam namah Siwa ya.

kumpulan mantra bali

kumpulan mantra bali

berikut sedikit saya share beberapa mantra yang mungkin akan berguna buat para pembaca blog ini.
diwajibkan kepada para pengguna mantra bali untuk "Belajar kawisesan Asli Bali", agar tujuan dari mantra bali ini bisa berjalan sesuai dengan fungsinya.

sekali lagi, sebelum merafalkan mantra ini, sangat diharapkan untuk  belajar tehnik tenaga dalam asli bali, karena apabila tidak mempelajarinya, mantra-mantra berikut ini tidak akan berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan pengucapan mantra tersebut.
mohon dicermati.

berikut ini tata cara mengucapkan mantra bali

Kanda Mantra / Tingkahing Mamantra :
Salewiring mantrayang, yen dereng nyarik, awya mangkana, sidi mantran (tatwan nira) yan mangkana.
Mamantra :