Puri Bun diserang Mengwi
Diceriterakan sekarang, tidak begitu lama keadaaan ini aman, kemudian tiba masa Kalisengara – kekacauan, dan ternyata marah besar Ida Cokorda Mayun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal.
Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang, beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun.
Setelah selesai bertukar pikiran, maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi.
Singkat ceritera, pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. Puri di Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi, dipimpin oleh Cokorda Mayun. Setelah dikelilingi puri Mambal itu, sangat duka hati I Dewa Karang, kemudian keluar ke depan Puri itu. Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan dari Bun. Dan yang ternyata mengitari Puri I Dewa Karang juga hanya pasukan Bun. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oleh Pasukan Bun di tengah-tengah mereka. Menjadi takjub pasukan Mengwi, heran dengan kesaktian I Dewa Karang, yang hilang tidak ada di Puri, karena sudah diungsikan – diamankan oleh pasukan Bun. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata.
Sesudah lama, tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun, yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena dipakai menantu oleh Anglurah Bun. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung , serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua, akan merusak dan merebut Kyai Anglurah Bun. Bila saja berani dalam medan perang, akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun.