Google+
Tampilkan postingan dengan label Tujuan Agama Hindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tujuan Agama Hindu. Tampilkan semua postingan

Tips cepat mencapai SORGA

Tips cepat mencapai SORGA

mungkin bagi umat hindu judul artikel ini akan menjadi bahan gunjingan, karena semua orang hintu mengetahui bahwa tujuan agama hindu bukanlah sorga seperti yang diperebutkan agama-agama Non-Hindu, tujuan agama hindu adalah Jagadhita dan Moksa. tetapi kenapa masih juga menulis Tips cepat mencapai SORGA?
hanya ada satu jawaban, yaitu mengingatkan semeton Hindu Bali, bahwa Untuk Mendapatkan Sorga sangatlah mudah, tidak ribet seperti agama non-Hindu, tidak perlu menunggu Hari Kiamat yang tidak kunjung datang bagai janji palsu atau janji gombal untuk merayu anak kecil. Sorga atau Neraka bisa tercapai secara otomatis saat kita meningal dan bila Moksa tidak tercapai. dan ingatlah, sorga itu artinya kebahagiaan, bukan pesta pora, kesenangan pelampiasan hawa nafsu ataupun kesenangan duniawi lainnya. sorga adalah tempat yang tenang, tentram, nyaman penuh rasa kebahagiaan. sorga adalah sebutan kebahagiaan di akhirat, sedangkan jagadhita adalah kebahagiaan duniawi semasa hidup. apabila ada agama yang mencampur adukan kebahagiaan dengan kesenangan nafsu, bolehlah kita meragukan ajaran tersebut.

implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan

implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan

Om Swastyastu,
Istilah Tri Hita Karana pertama kali muncul pada tanggal 11 Nopember 1966, pada waktu diselenggarakan Konferensi Daerah l Badan Perjuangan Umat Hindu Bali bertempat di Perguruan Dwijendra Denpasar. Konferensi tersebut diadakan berlandaskan kesadaran umat Hindu akan dharmanya untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa menuju masyarakat sejahtera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Kemudian istilah Tri Hita Karana ini berkembang, meluas, dan memasyarakat.
Tri Hita Karana merupakan suatu konsep atau ajaran dalam agama hindu yang selalu menitikberatkan bagaimana antara sesama bisa hidup secara rukun dan damai. 
Tri HitaKarana
Tri Hita Karana:
Hubungan Manusia dengan Tuhan (Parhyangan), dengan Sesama (Pawongan) dan dengan Alam Lingkungan (Palemahan)
Tri hita karana bisa diartikan Secara leksikal yang berarti tiga penyebab kesejahteraan. Yang mana Tri yang artinya tiga, Hita yang artinya sejahtera, dan Karana yang artinya penyebab. Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara: 

  1. Manusia dengan Tuhannya (Parhyangan), 
  2. Manusia dengan alam lingkungannya (Palemahan), dan
  3. Manusia dengan sesamanya (Pawongan)

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

mungkin ada yang bertanya, kenapa Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama?
bila yang bertanya orang hindu, maka akan terlihat tingkat pemahaman agamanya, tetapi bila yang bertanya tentang hal diatas orang/umat non-hindu, sangat dipahami karena mereka baru belajar untuk mencari Sorga dan Neraka saja.

mungkin umat hindu sudah mengetahui, bahwa Tujuan Agama Hindu Adalah:
Moksatam Jagathita ya ca iti dharma
bahwa tujuan agama adalah mencapai MOKSA dan kebahagiaan dimasa hidup, caranya dengan jalan dharma. (silahkan baca: "Tujuan Agama Hindu").
bila hanya mencapai surga, tentu akan menjadi lebih mudah, hanya dengan menjalankan Tips Cepat Mencapai Sorga kita mendapat jaminan menperolehnya, tetapi MOKSA masih membutuhkan proses yang lebih dari itu semua.

Dalam agama Hindu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita (1) mencapai moksa atau (2) lahir kembali kedunia.
Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat-akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk. Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka.

  • Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia.
  • Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.

tujuan sejati orang Hindu tidaklah mengejar sorga. 


sorga dan kenikmatan yang ada di dalamnya bukanlah idam-idaman pemeluk Hindu sejati. ada yang jauh lebih indah dan membahagiakan dibandingkan kenikmatan surga. kenikmatan surga sangat terbatas. dari demikian banyaknya level kehidupan sorga terindah adalah yang di miliki Dewa Indra. dalam kepercayaan Budhis malah ada 33 jenis level kehidupan, dan sorga ada di dalam level-level itu.

Apa yang salah dari Hindu?

Apa yang salah dari Hindu?

APA YANG SALAH DARI HINDU? “BANGGALAH ANDA TETAP DI JALAN DHARMA”

Om Swastyastu,
Belakangan ini kita cukup senang mendengar banyak saudara kita yang kembali ke ajaran dharma, ajaran yang bersumber dari Veda. Mereka telah di Sudhi Wadani menjadi seorang Hindu. Namun, saking senangnya kita melihat hal tersebut, kita malah tidak menghiraukan adanya bahaya yang terus memepet posisi kita.

Di tempat lain, malah banyak saudara kita yang pindah agama karena berbagai alasan. Mereka yang lemah, yang haus akan spiritual, yang tidak puas dengan jawaban “nak mula keto”, yang ingin mencari kedamain dengan jalan rohani, yang terpuruk karena ekonomi dan disibukkan dengan ritual yang menelan banyak biaya, mulai didekati oleh para kaum misionaris-misionaris untuk menawarkan produk yang tidak jelas kualitasnya.

Betapa sedihnya hati melihat saudara kita meninggalkan ajaran sanatana dharma karena kasus konversi. Maraknya kasus konversi agama belakangan ini sungguh membuat kita bingung. 
Kenapa hal ini bisa terjadi? 
Kenapa agama diperjual-belikan? 
Apa yang melandasi saudara-saudara kita pindah agama? 
Apa benar agama Hindu itu sulit? Apa benar agama lain lebih baik dari Hindu? 
Apa ada yang salah dari agama Hindu? 
Banyak pertanyaan di otak kita yang terus bermunculan akibat kasus seperti ini.

Hukum Hindu bagi Orang Bali Pindah Agama

Hukum Hindu bagi Orang Bali Pindah Agama

Prinsip predana ikut purusa disalah artikan.
Jika anak perempuan harus ikut suami walau suami beragama bukan Hindu.
Padahal yang dimaksud adat bahwa istri ikut suami adalah bukan agamanya melainkan mengikuti adat yang masih berdasarkan Hindu.
Untuk itu kita akan membahas di dalam blog ini akibat berpindah agama, yang mungkin dapat bisa memberikan pencerahan dalam hati kalian wahai 'generasi Muda Hindu Nusantara' . 
Banyak sekali kejadian kejadian saya temukan setelah berpindah agama malah menjelek-jelekkan agamanya yang terdahulu dengan mengganggap keyakinannya yang sekarang "Lebih Benar" tanpa tau akibat dari perpindahannya itu.

Seseorang pindah agama umumnya disebabkan suatu perkawinan. Mereka memandang bahwa perkawinan itu terjadi karena jodoh. Cara pandang mereka ini sangat keliru dan sangat berbahaya bagi generasi Hindu. Mereka seolah olah berlindung di bawah keagungan brahman padahal mereka itu tidak mempercayai Brahman. kalau memang setiap perkawinan itu karena jodoh, mengapa tidak ada orang eskimo dari kutub kawin dengan orang bali. mengapa tidak ada gadis uganda yang berkulit hitam pekat kawin dengan bujang ganteng dari bali.

Tidak ada mantra mata seloka dalam kitab suci weda yang mencantumkan tentang perkawinan karena jodoh. Brahman hanya mewahyukan hukum untuk dijadikan pegangan hidup umatnya. mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan tinggal kita yang melakoninya. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup di dunia maya ini tergantung dari kita. jadi nasi itu kita lah yang menentukannya. mau bernasib baik atau bernasib buruk tergantung dari diri kita.

Tujuan Agama Hindu - Moksartham Jagadhitaya ca iti Dharma

Tujuan Agama Hindu

Agama sebagai pengetahuan kerohanian yang menyangkut soal-soal rohani yang bersifat gaib dan methafisika secara esthimologinya berasal dari bahasa sansekerta, yaitu dari kata "A" dan "gam". "a" berarti tidak dan "gam" berarti pergi atau bergerak.

Jadi kata agama berarti sesuatu yang tidak pergi atau bergerak dan bersifat langgeng. Menurut ajaran dharma - Hindu yang dimaksudkan memiliki sifat langgeng (kekal, abadi dan tidak berubah-ubah) hanyalah Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Demikian pula ajaran-ajaran yang diwahyukan-Nya adalah kebenaran abadi yang berlaku selalu, dimana saja dan kapan saja.

Berangkat dari pengertian itulah, maka agama adalah merupakan kebenaran abadi yang mencakup seluruh jalan kehidupan manusia yang diwahyukan oleh Hyang Widhi Wasa melalui para Maha Rsi dengan tujuan untuk menuntun manusia dalam mencapai kesempurnaan hidup yang berupa kebahagiaan yang maha tinggi dan kesucian lahir bathin.

Tujuan Agama Hindu yang dirumuskan sejak Weda mulai diwahyukan adalah
"Moksartham Jagadhitaya ca iti Dharma"
yang artinya bahwa agama (dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara lahir dan bathin. Tujuan ini secara rinci disebutkan di dalam Catur Purusa Artha, yaitu empat tujuan hidup manusia, yakni Dharma, Artha, Kama dam Moksa. 

Surga? Pastilah…Neraka?? Mmm nggak pasti ya…

Surga? Pastilah…Neraka?? Mmm nggak pasti ya…

Photobucket

BIRMINGHAM, ALABAMA,USA: hanya 59 % warga Amerika yang percaya adanya neraka, dibandingkan dengan 74 % yang percaya dengan sorga, ini menurut hasil jejak pendapat terakhir dari Forum Pew tentang agama dan kehidupan masyarakat.

Pendeta Fred John, pastur Gereja Brookview Wesleyan di Irondale, Alabama berkata bahwa pastur berusaha menghindar dari topik tentang kutukan neraka abadi. “Kami khawatir kepercayaan tentang neraka abadi ini akan tidak relevan,” katanya.

Paus Yohanes Paulus II memancing diskusi hangat tahun 1999 ketika menggambarkan neraka sebagai “kondisi di mana seseorang bebas dan terpisah dari Tuhan, sumber dari segala kehidupan dan kebahagian.”

Namun sejumlah ahli Kristen AS menggambarkan akan terjadi salah persepsi sebagai akibat menggambarkan neraka sebagai perpisahan abstrak dari Tuhan dibandingkan dengan menggambarkan neraka sebagai danau kutukan dengan api sangat panas dan abadi, sebuah konsep yang mereka (kaum Kristen) lebih sukai.

HPI mencatat:
  • Kosmology Hindu sangat berbeda dengan Kristen,
  • Hindu menyebutkan tentang tingkatan-tingkatan alam rohani di mana para dewa dan Tuhan berstana, dan juga menggambarkan adanya tempat penghukuman yang disebut sebagai Neraka Loka.
  • menurut pandangan Hindu, seseorang tidak akan dikutuk abadi (selamanya seperti di kepercayaan Kristen), melainkan tiap jiwa hanya menempati alam-alam tersebut.
  • (sorga/neraka) secara sementara karena tiap roh akan ber-evolusi melalui reinkarnasi (lahir kembali ke bumi berulang-ulang) ].
Sumber: mediahindu.net/index.php/berita-dan-artikel/artikel-umum/52-surga-pastilah-neraka-mmm-nggak-pasti-ya.html 
baca juga artikel yang berkaitan dengan Surga dan Neraka berikut ini:
demikianlah sekilas copas artikel dari media hindu tentang pilahan umat, sorga atau neraka. senoga bermanfaat.