Google+

Hindu Bali

Hindu Bali

Hindu Bali disebut pula Agama Hindu Dharma atau Gama Tirtha (agama Air Suci) adalah suatu praktik agama Hindu yang umumnya diamalkan oleh mayoritas suku Bali di Indonesia.

Hindu Bali merupakan sinkretisme atau penggabungan sekte - kepercayaan Hindu atau dimasa sekarang lebih dikenal dengan sebutan Sampradaya, baik aliran Siwa Sidhanta, Brahmana, Resi, Sora, Pasupata, Ganapatya, Bhairawa, Waisnawa, dan Sogatha dengan kepercayaan asli (local genius) suku Bali.

Agama Veda dharma

Agama Veda dharma

Veda atau dalam istilah Bali disebut dengan WEDA, merupakan Wahyu yang diturunkan oleh Hyang Widhi (Tuhan) melalui para Rsi, dikumpulkan atau dihimpun menjadi suatu kitab suci. 
Kata Weda dapat dikaji melalui dua pendekatan, yaitu berdasarkan etimologi  (akar katanya) dan berdasarkan semantic (pengertiannya).
  • Secara etimologi berasal dari bahasa Sansekerta, dari akar kata "Wid" yang berarti mengetahui atau pengetahuan. Dari kata Weda yang ditulis dengan huruf A (panjang) berarti pengetahuan kebenaran sejati atau kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan tertentu yang dijadikan sumber ajaran Agama Hindu. 
  • Secara semantic Weda berarti kitab suci yang mengandung kebenaran abadi, ajaran suci atau kitab suci bagi umat Hindu. Maharsi Sanaya mengatakan bahwa Weda adalah wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang mengandung ajaran yang luhur untuk kesempurnaan umat manusia serta menghindarkannya dari perbuatan jahat.
Weda adalah ilmu pengetahuan suci yang maha sempurna berasal dari Sang Hyang Widhi yang didengarkan oleh Para Maha Rsi melalui pawisik (wahyu), sehingga weda disebut Sruti yang berarti Sabda Suci atau pawisik yang didengarkan sehingga weda itu sebagian besar adalah nyanyian-nyanyian dari Hyang Widhi yang berbentuk puisi, dalam Weda disebut Chandra. Orang yang menghayati dan mengamalkan Weda akan mendapatkan kerahayuan atau ketenangan lahir batin.  

Cakra Jantung atau Anahata Chakra

Cakra Jantung atau Anahata Chakra

Chakra Jantung sebagai chakra keempat dikenal sebagai pusat tubuh intuisi, dimana chakra jantung ini adalah pusat dari cinta kasih, kasih sayang seluruh perasaan yang positif dan halus. 

Pusat cinta; rasa kasihan; energi jiwa yang lebih tinggi; rasa cinta tanpa syarat; cinta yang menyembuhkan; energi yang bersatu dengan sentuhan; cinta diri; impersonal namun dalam dan berarti; berhubungan dengan komunitas. 

Manipura Chakra atau Cakra Pusar (Nabi)

Manipura Chakra atau Cakra Pusar (Nabi)

Cakra utama ketiga dinamai Cakra pusar (Nabhi Cakra/Maniphura Cakra), Chakra Pusat atau dikenal dengan istilah Cakra Solar Pleksus (Cakra Kehidupan) terletak di sekitar daerah pusar diasosiasikan dengan “tubuh mental”, yang mengontrol seluruh pikiran pendapat dan penilaian. Cakra ini mempengaruhi kesehatan organ-organ sekresi yang diwakili oleh kelenjar adrenalin. Cakra ini memberikan kekuatan cita-cita dan keinginan.
Cakra ini memberikan pula kepekaan intuitif terhadap kehadiran makhluk makhluk eterik (makhluk gaib, tempat angker dll. Tenaga prana yang dihasilkan oleh Cakra Pusat ini antara lain adalah prana udara, prana bumi, prana merah dan beberapa jenis prana yang lain.

Dewa Rudra dan Maha Mrityunjaya Mantra

Maha Mrityunjaya Mantra 

Dua mantra besar Veda adalah Gayatri Mantra dan Mrityunjaya Mantra.
siapa yang belum mengenal Maha Mrityunjaya Mantra, berikut ini?
ॐ त्र्यम्बकं यजामहे सुगन्धिं पुष्टिवर्धनम् ।उर्वारुकमिव बन्धनान् मृत्योर्मुक्षीय मामृतात्
Om Tryambakam Yajaamahe Sugandhim Pushti Vardhanam,
Urvaarukamiva Bandhanaath Mrutyor Mukshiya Ma-Amritat
Ini berarti bahwa....
"Marilah kita menyembah Dia satu yang bermata tiga, yang suci (wangi) dan yang memelihara semua makhluk. Sama seperti mentimun matang secara otomatis dibebaskan dari keterikatannya dengan menjalar, mungkin kita akan dibebaskan dari kematian (tubuh kami yang fana dan kepribadian) dan diberikan (mewujudkan) alam keabadian kita. "
Mantra diatas adalah mantra yang di dedikasikan untuk Dewa Rudra.

Urutan Berjapa dan Meditasi Siwaisme

Urutan Berjapa dan Meditasi Siwaisme

Berjapa atau meditasi dengan tujuan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta tentu ada aturan atau urutan, agar proses berjapa itu akan lebih terhayati (himat) dan penuh konsentrasi.
mohon diingat, meditas apa itu meditasi, agar menjadi lebih mermanfaat.
meditasi intinya hening dalam ketenangan, salah satu cara termudah untuk memulai meditasi adalah dengan mengatur nafas anda (pranayama). dengan pengaturan nafas, anda akan mencapai ketenangan dan dapat dengan nyaman memasuki alam meditasi.
duduklah dengan santai, tegakkan punggung anda.
aturlah nafas anda se-relaks mungkin, senyaman mungkin dan senyaman mungkin, bernafaslah dengan santai, gunakan nafas panjang tetapi jaga kenyamanan anda dalam bernafas. 
setelah posisi tersebut dapat anda capai, barulah memulai prosesi japa berikut ini.
apabila anda mengalami kesulitan, silahkan baca Belajar Tenaga Dalam Asli Bali, karena dalam tehnik tersebut dijelaskan tatacara meditasi yang paling dasar, yang akan dapat membantu anda dalam menjalankan Japa dan Meditasi Siwaisme ini.
Berikut cara atau urutan meditasi/berjapa menurut Siwaisme yang merupakan praktek meditasi yang dikembangkan dari sekte Siwa Sidhanta;