Sudra Warna - Profesi karyawan hingga Direktur Perusahaan
dalam keseharian kita dibali, sering kali kita mendengar istilah kaum sudra, bahkan adakalanya seseorang menghina dengan perkataan kasar seperti:
"nyen ci? awak jlema sudra" yang artinya siapa kamu? kamu itu hanya seorang sudra (nista).berangkat dari perasaan "jengah" kami berusaha mencari-cari padanan kata untuk kaum sudra. dan ternyata setelah dirujukan dengan sistem catur warna, ternyata orang sudra menghina sudra. sungguh aneh... karena itu, melalui artikel ini mencoba memberi pemahaman kepada semeton bali tentang istilah sudra tersebut. sehingga pertanyaan umum yang harus dicermati bersama adalah:
siapa sebenarnya Orang Sudra tersebut?Sudra (Sanskerta: śūdra) adalah sebuah golongan profesi (golongan karya) atau warna dalam agama Hindu. Warna ini merupakan warna yang paling rendah. Warna lainnya adalah brahmana, ksatria, dan waisya. dalam Catur Warna, Sudra adalah golongan karya seseorang yang bila hendak melaksanakan profesinya sepenuhnya mengandalkan kekuatan jasmaniah, ketaatan, kepolosan, keluguan, serta bakat ketekunannya.
Tugas utamanya adalah berkaitan langsung dengan tugas-tugas memakmurkan masyarakat negara dan umat manusia atas petunjuk-petunjuk golongan karya di atasnya, seperti menjadi buruh, tukang, pekerja kasar, petani, pelayan, nelayan, penjaga, dll.
tidak hanya itu saja, yang termasuk kaum sudra dijaman modern saat ini adalah semua staf perkantoran, para pegawai, karyawan, bahkan supervisor hingga direktur merupakan golongan dari sudra warna.
